Muara Teweh – Upaya pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi lokal di Kabupaten Barito Utara menjadi perhatian serius lembaga legislatif. Melalui pandangan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Barut, Pemerintah Daerah didesak untuk memprioritaskan perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur jalan secara menyeluruh dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) tahun anggaran 2025.
H Suparjan Efendi, anggota Fraksi PDI Perjuangan, menekankan bahwa kondisi jalan penghubung yang baik sangat krusial. Menurutnya, jalan yang memadai adalah urat nadi yang menentukan kelancaran mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta membuka akses yang lebih mudah terhadap fasilitas kesehatan dan pendidikan.
”Kami dari Fraksi PDI Perjuangan meminta kepada OPD terkait untuk memastikan seluruh akses jalan penghubung antar desa, kecamatan, dan kabupaten dalam kondisi baik dan layak,” tegas Suparjan.
Lebih jauh, untuk memastikan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan di tingkat desa, fraksi ini juga mengusulkan peningkatan alokasi dana untuk insentif pelayan masyarakat. Mereka yang diusulkan mendapat tambahan insentif mencakup damang, mantir adat, RT/RW, dan sejumlah tokoh pendidikan keagamaan di tingkat tapak.
Usulan ini disampaikan dalam rapat paripurna penyampaian pendapat akhir Fraksi terhadap Raperda APBD Perubahan tahun anggaran 2025, sebagai upaya sinergis antara legislatif dan eksekutif dalam menjamin pembangunan yang merata di Barito Utara.(Ard)