Program Tiga Juta Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

By deliklapan.com - Selasa, 4 November 2025 | 07:58 WIB | 435 Views

PURUK CAHU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura), dalam hal ini Bupati Mura, Heriyus melalui Asisten III Setda Kab.Mura, Andri Raya, bersama sejumlah pejabat terkait mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Inflasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual, Selasa (4/11/2025).

Rakor rutin setiap awal pekan ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan diikuti dari ruang kerja Sekda Kab.Mura, kantor Bupati Mura.

Dalam arahannya, Mendagri menegaskan bahwa pengendalian inflasi menjadi prioritas bersama seluruh pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan ekonomi Nasional.

β€œDaerah diminta terus memantau perkembangan harga bahan pokok, memperkuat sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta mengoptimalkan kerja sama antar daerah (KAD) untuk menjamin ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi,” tutur Tito.

Mendagri juga menyoroti komoditas penyumbang inflasi terbesar, yaitu beras, cabai merah, bawang merah, dan telur ayam ras, yang masih menjadi perhatian utama pemerintah. Daerah diimbau untuk memperkuat operasi pasar, fasilitasi transportasi pangan, serta penyerapan produksi lokal agar kestabilan harga dapat terjaga. Pemerintah pusat menargetkan inflasi nasional tetap di bawah 3 persen year-on-year hingga akhir tahun 2025.

Selain fokus pada inflasi, Kemendagri bersama Kementerian PUPR juga membahas evaluasi dukungan daerah terhadap Program Tiga Juta Rumah, yang merupakan program prioritas nasional dalam periode 2025–2029. Program ini bertujuan mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta menekan angka backlog perumahan di Indonesia.

Daerah didorong untuk mempercepat proses perizinan pembangunan rumah, penyediaan lahan strategis, dan pemberian kemudahan administrasi bagi pengembang. Dalam paparan Kemendagri, disampaikan bahwa program perumahan rakyat memiliki dampak berganda terhadap ekonomi, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan daya beli masyarakat, hingga mendorong sektor industri bahan bangunan lokal.

Kemendagri juga mengingatkan pentingnya sinkronisasi data antara pemerintah daerah, BPS, dan Kementerian PUPR agar program perumahan berjalan tepat sasaran. Daerah yang memiliki ketersediaan lahan dan dukungan pembiayaan diharapkan menjadi prioritas dalam pelaksanaan program tiga juta rumah di tahap awal.(Ard)

Banner-Topa

Berita Terkait

Berita Terbaru

Dec 17, 2025

Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Pembangunan Kawasan Strategis Muara Teweh Baru

Print πŸ–¨    Muara Teweh – Bupati Barito Utara H….

Dec 16, 2025

Bupati Hadiri Pertemuan SISKA di Palangkaraya:Barut Siap Jadi Penyangga Daging untuk Program MBG

Print πŸ–¨    Muara Teweh – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Barito…

Dec 16, 2025

Bupati Shalahuddin Hadiri Hari Bhakti PU ke 80, Tegaskan Komitmen Infrastruktur Merata di Barut

Print πŸ–¨    Muara Teweh – Peringatan Hari Bhakti Pekerjaan…

Dec 16, 2025

Melalui Wakil Bupati, Bupati Lepas 100 Jemaah Umroh dan Titip Doa untuk Daerah

Print πŸ–¨    Muara Teweh – Wakil Bupati Barito Utara…

Dec 14, 2025

100 Hari Kerja, Bupati Salurkan Laptop dan SIP Pintar Optimal untuk Pelajar Muara Teweh

Print πŸ–¨    Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara…

Dec 14, 2025

Pemkab Barito Utara Ajak IKBT Jaga Kedamaian dan Dukung Pembangunan Daerah

Print πŸ–¨    Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara…