Muara Teweh, 20 November 2025 — Rancangan APBD 2026 menunjukkan bahwa pendapatan daerah Barito Utara masih sangat bergantung pada transfer pusat. Hal ini disampaikan Bupati Shalahuddin dalam rapat paripurna.
Dari total pendapatan daerah sebesar Rp 3,13 triliun, transfer pusat menyumbang Rp 2,97 triliun atau lebih dari 90 persen. Kondisi ini disebut sebagai tantangan sekaligus peluang bagi daerah.
Bupati menjelaskan bahwa ketergantungan terhadap transfer pusat harus diimbangi dengan upaya peningkatan PAD melalui pengelolaan potensi daerah. Ini menjadi salah satu fokus pemerintah pada 2026.
PAD Barito Utara diproyeksikan sebesar Rp 154 miliar, berasal dari berbagai sektor pendapatan yang akan terus dioptimalkan. Pemerintah berharap angka ini meningkat di tahun-tahun mendatang.
Transfer antar daerah juga turut menyumbang Rp 10,22 miliar pada pendapatan tahun 2026. Meski kecil, komponen ini tetap memberi kontribusi pada struktur pendapatan.
Bupati menegaskan bahwa pemanfaatan pendapatan harus dilakukan secara efektif agar pembangunan berjalan maksimal. Seluruh anggaran akan digunakan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Ia berharap kerja sama DPRD dapat memperkuat upaya peningkatan pendapatan daerah di masa mendatang.(Ard)